(0271) 635445
kel-sewu@surakarta.go.id

18-10-2026

WIB

Admin Kelurahan Sewu

21-08-2026

 14:08:24 WIB
INFOGRAFIS KEPENDUDUKAN KELURAHAN SEWU

Download

Deskripsi :

Infografis ini menyajikan profil demografi, sosial, dan ekonomi Kelurahan Sewu yang datanya diambil dari profil kelurahan tahun 2025. Data utama mencakup total populasi (7.351 jiwa) dengan proporsi wanita (3.758 jiwa) yang sedikit lebih banyak dibandingkan pria (3.593 jiwa), tingkat pendidikan, klasifikasi penduduk miskin dan rentan, serta ketersediaan fasilitas sosial dan ekonomi.

Dalam data tersebut diketahui :

  • Pendidikan Menengah Mendominasi: Mayoritas penduduk Kelurahan Sewu adalah lulusan SMA (2.184 orang), disusul oleh lulusan SD (1.642 orang) dan yang belum/tidak sekolah (1.430 orang). Proporsi yang menempuh pendidikan tinggi (D3 hingga S3) tergolong sangat kecil.
  • Kelompok Rentan Masih Tinggi: Meskipun ada catatan penurunan jumlah penduduk miskin dari 2024 ke 2025, angka pada kelompok Prioritas 3 (2.003 jiwa) dan Prioritas 4 (1.238 jiwa) masih mendominasi klasifikasi penduduk miskin dan rentan.
  • Fasilitas Sosial vs Ekonomi: Secara sosial, keamanan lingkungan tampak sangat aktif dengan adanya 36 Poskamling. Namun secara ekonomi, infrastrukturnya sangat bertumpu pada skala mikro (17 Toko/Warung), tanpa ketersediaan lembaga keuangan formal (0) dan hotel/penginapan (0).
  • Kaderisasi Tenaga Kerja: Tingginya lulusan SMA menunjukkan ketersediaan usia produktif yang siap kerja. Dengan pelatihan vokasi atau keterampilan khusus, kelompok ini bisa menjadi roda penggerak ekonomi kelurahan.
  • Kewirausahaan Warga: Terdapat 17 toko/warung dan 1 koperasi serta pasar. Ini menunjukkan adanya semangat UMKM di kalangan warga yang bisa terus dikembangkan.
  • Modal Sosial Tinggi: Jumlah Poskamling (36 titik) serta keberadaan berbagai jenis posyandu menunjukkan tingginya kegotongroyongan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kesehatan warga.

Terdapat korelasi yang sangat jelas antara Tingkat Pendidikan, Angka Kemiskinan /Kerentanan, dan Fasilitas Ekonomi. Mayoritas penduduk yang pendidikan tertingginya adalah setingkat sekolah menengah atau dasar berkontribusi pada besarnya jumlah kelompok rentan (Prioritas 3 dan 4). Karena itu, diperlukan pendekatan intensif seperti pelatihan keterampilan, akses keuangan, dan penciptaan lapangan kerja untuk mengkompensasi rendahnya pendidikan tinggi.